” Nak, bangun… udah adzan subuh.. Sarapanmu udah ibu siapin di meja…” Tradisi ini sudah berlangsung 20 tahun, sejak pertama kali aku bisa mengingat. Kini usiaku sudah kepala 3 dan aku jadi seorang karyawan disebuah Perusahaan Tambang, tapii kebiasaan Ibu tak pernah berubah.
” Ibu sayang… ga usah repot-repot Bu, aku dan adik-adikku udah dewasa” [...]
Archive for April, 2008
Kutitip Ibuku
Posted in Bibidapi's Today on April 23, 2008 | 5 Comments »
DATANG CAHAYA
Posted in Puisi on April 18, 2008 | Leave a Comment »
Masih kuingat keringat yang pecah di tubuh
Di bawah matahari yang mengakar
Dahaga terasa menang dalam sesenggukan air liur
Belum kupahami, mengapa aku berdiri di sini
Bersama manusia-manusia yang sedang menanti entah
Ditemani angin yang bergerak lemah juga ke arah entah
Lalu aku melihat kejauhan
Serombongan beriringan
Membawa cahaya di mukanya
Inikah yang kami nanti?
Mereka semakin dekat
Cahaya itu semakin dekat
Dan berhentilah ia di depanku
Membasuh [...]
Rasanya Tak Cukup…Bunda
Posted in Puisi on April 18, 2008 | 1 Comment »
Untuk seseorang yang tak henti mencintaiku
Rasanya aku tak bisa menerima cintamu yang paling, karena
Segala amarahku kau ubah jadi bisu
Dusta-dustaku yang telah tercetus
Kau ukir jadi sejarah hidup yang indah
Pantaskah aku memohon ampun
Atas semua perasaanmu yang tersakiti
Oleh tanganku yang nista
Atau pikiranku yang mungkar ini
Sejenak ingin kuhampiri samudera
Haruskah kugenggam ombaknya agar jadi pasir
Atau kupeluk buihnya agar jadi telaga
Untuk [...]
Adalah Kita
Posted in Puisi on April 18, 2008 | 2 Comments »
Ingatlah saat aku hembuskan tawa renyah di liang matamu
Menarik hati, membasuh kelam
Dingin…
Kau terpaku dalam keanggunanku
Bergairah menyimak tawaku yang tak henti kau hirup
Berdetak dan berdetak
Saat binar matamu maknai rasa hati
Rengkuh jiwaku dengan gurun cintamu yang tak terbatas
Bagamana matahari mengukuhkan jiwanya menetap pada hati yang lugu ini
Bagaimana alam merelakan lengannya berpijak pada kulit yang lemah ini
Bangkitkanku, beri [...]
Hidup Nggak Seru !
Posted in Bibidapi's Today on April 14, 2008 | 1 Comment »
Saya pulang buru-buru dari tempat aktifitas, takut jalanan micet, eh… macet. Maklum, sudah 1 jam Jakarta di jatuhi hujan dan biasanya itu berdampak pada lalu lintas (padahal tidak begitu pengaruh, hanya saja jalanan jadi basah-basah gimanaaaa gitu..) selepas turun dari jembatan penyebrangan saya berhenti dan berdiri menunggu bis yang akan membawa saya ke terminal. Yaaa [...]
Hidup Jangan di Analisa
Posted in Bibidapi's Today on April 13, 2008 | 1 Comment »
Hidup… mengapa kita hidup? Sungguh pertanyaan yang sulit dijawab. Kalau ingin menjawab secara sederhana, jawab saja terserah Tuhan. Dia yang menciptakan hidup dan mati ya terserah Dia mau bikin kita hidup atau mati. Ada yang bilang hidup itu rumit. Bila kita melihat skenario hidup kita dari bawah tangan Tuhan, yang terlihat hanya benang hitam kusut kesana [...]
Hikmah Sabtu Pagi
Posted in Bibidapi's Today on April 13, 2008 | Leave a Comment »
Sabtu pagi selepas Shubuh, saya kembali ngulet-ngulet di singgasana. aduh nikmatnya, badan rasanya pegal-pegal karena kelelahan semalam lembur di kantor. Saya tidak berniat tidur kembali. Saya hanya merenggangkan otot-otot tubuh sambil zikir-zikir kecil. namun kemudian semuanya menjadi gelap, dan terlelap…
Saya dibangunkan oleh suara Ibu dari dapur jam 06.30. Langsung saya bangun dan turun ke dapur. Ternyata [...]
