———- from someone———
Telah bersama-sama kian kita susun kayu-kayu kering
Dan menyulutnya dengan penuh ketabahan
Berkobarlah api yang sering disebut-sebut setiap mahkluk dalam tidurnya…
Nyaman ku dipinggirnya, kau juga
Serempak kulit ini ikut menyanyi atas hangatnya
Tanpa suara angin yang mengantarnya
Melesat es-es yang mencekam punggung belukar
Menembus alur yang telah kita tetapkan
Dinginnya yang membawamu pada kebenaran, kenyataan, dan kecerahan
Selintas padam semua pada pandangan
Namun ada yang tersulut kecil pada sebuah lilin
Ternyata ku lumpuh terbujur kaku mencium tanah
Tapi tetap kujaga agar tetap menari pada sumbunya
Ku tak pernah ikatkan simpul mati
Tapi kumohon… berikan aku lilin lagi
Agar tetap kusambung keringatku pada tubuh dan jiwa yang tak berdaya…
———- from someone———
i need my inspiration

Beri engkau lilin lagi? Wah, kayak pesugihan Dev… hihihihi
Deep puisi lo bgs bgt…i’m been touch by u’r poetry.
For those who knows Purna, this poetry is from him. it’s not mine anyway
big thanks for comments