Bahu itu melihat semua tawa dan canda…namun ia tak tahu saat bahunya merekam tangis…kuturunkan hujan sepanjang perjalanan…menyesali hadirnya senja yang harus membunuh terik…aku tidak suka senja…karena aku harus memulai lagi kerinduan ini…adakah masanya kau ijinkan jemari ini bergandengan menuju rumah, tempat membangun adat dan tradisi sendiri…aku sungguh ingin menanti masa itu…meski harus dengan berliter-liter airmata [...]
Archive for November 25th, 2008
Aku Simpan Airmata Di Bahunya
Posted in Puisi on November 25, 2008 | Leave a Comment »
