Seratus lobang kakus
lebih berarti bagiku
ketimbang mulut besarmu
tak penting siapa yang menang nanti
sudah bosen kami
dengan model urip kayak gini
ngising bingung, hujan bocor
kami tak butuh mantra
jampi-jampi atau janji
atau sekarung beras
dari godang makanan kaum majikan
tak bisa menghapus kemlaratan
belas kasihan dan derma baju bekas
tak bisa menolong kami
kami tak percaya lagi pada itu
partai politik, omongan kerja mereka, tak bisa bikin perut kenyang
mengawang jauh dari kami, punya persoalan
bubarkan saja komidi gombal
kami ingin tidur pulas, utang lunas, betul-betul merdeka, tidak tertekan
kami sudah bosen, dengan model urip kayak gini
tegasnya = aku menuntut perubahan!
*Wiji Thukul, 9 April 92
