Hari itu pukul 5
Jantung berdetak cepat
Mungkin darah rendah
Karena lelah bekerja
Begitu sibuk
Di malam Idul Fitri
Setelah batal puasa
Makan secukupnya dan menggenapkan shalat
Dunia jadi hilang di atas singgasana.
Tiba-tiba ada cahaya di kejauhan,mataku menipis,menghirup bayang itu
Seseorang!
Sedang berkemas dan terburu-buru
Cahaya itu berpendar
Makin jelas dan berbentuk
Dengan segera kukenali sosok itu
“mau ke mana kau begitu terburu-buru?” tanyaku
“jelas,aku harus pergi.karena telah datang calon penggantiku”
“kumohon..jangan pergi..tetaplah di sini..aku masih ingin berdua denganmu”
Dia berhenti berkemas,menatapku..dengan pandangan yang bijak
“wahai fulan,tidak bisa..aku diperintahkan untuk pergi..karena keretaku telah
tiba.jangan kau meminta,karena aku tak bisa.Terima kasih telah kau sambut
kedatanganku dengan meriah,dengan Tilawah Qur’an,dengan dzikir,dengan
shaum,dan dengan Tarawih..lanjutkanlah amalan itu pada sebelas bulan
lainnya,dan sambutlah kedatanganku berikutnya”
Sebelum kumampu berkata-kata
Dia sekejap menjauh
Bersama airmataku
Dia menjadi cahaya
Dan cahaya itu hilang
Gelap
Kutatap kekosongan
Sejak saat itu,rindu telah tercetus untuknya
