Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Puisi’ Category

Seratus lobang kakus
lebih berarti bagiku
ketimbang mulut besarmu
tak penting siapa yang menang nanti
sudah bosen kami
dengan model urip kayak gini
ngising bingung, hujan bocor
kami tak butuh mantra
jampi-jampi atau janji
atau sekarung beras
dari godang makanan kaum majikan
tak bisa menghapus kemlaratan
belas kasihan dan derma baju bekas
tak bisa menolong kami
kami tak percaya lagi pada itu
partai politik, omongan kerja mereka, tak bisa bikin [...]

Read Full Post »

Idul Fitri Eve

Hari itu pukul 5
Jantung berdetak cepat
Mungkin darah rendah
Karena lelah bekerja
Begitu sibuk
Di malam Idul Fitri
Setelah batal puasa
Makan secukupnya dan menggenapkan shalat
Dunia jadi hilang di atas singgasana.
Tiba-tiba ada cahaya di kejauhan,mataku menipis,menghirup bayang itu
Seseorang!
Sedang berkemas dan terburu-buru
Cahaya itu berpendar
Makin jelas dan berbentuk
Dengan segera kukenali sosok itu
“mau ke mana kau begitu terburu-buru?” tanyaku
“jelas,aku harus pergi.karena telah datang calon [...]

Read Full Post »

Perempuanku selalu bilang
Kami adalah pasangan serupa gembok dan kunci
Dia gembok, aku kunci
Tak terpisah
Karena kata ‘Pas’ itu sudah mengena dari hati sampai tubuh
Penisku tak kan berdiri, jika bukan liang itu yang dimasuki
Lelakiku selalu bilang
Kami adalah sepasang cinta dari hidup hingga mati
Dia cinta, aku cinta
Bersama hingga ujung umur nanti
Karena dua jiwa sudah larut jadi satu napas
Liangku tak [...]

Read Full Post »

Putus Asa

Hatiku mati rasa
Tak tahu mengarah ke mana
Lama-lama tak sengaja
Kuikuti saja alur hidup pada akhirnya
Sambil selalu memohon
Walaupun terus didera sang putus asa

Read Full Post »

Kepada Segala Alam

Kemarin
Hari ini
Dan hari selanjutnya
Debu dan asap hitam tercampur
Menjadi senyawa yang terbang hingga lubang ozon membesar
Paru-paru tercemar
Menghirup yang tak seharusnya
Di sana
Terbaring pohon-pohon melintang
Akarnya bercerai dengan tanah
Daunnya menghitam dibakar api
Di sana
Beruang kutub jadi kanibal
Karena tak ada ikan di samudera
Akibat perburuan oleh manusia
Di sana
Sebuah danau di Cile mendadak hilang
Akibat peningkatan suhu udara
Perkosa saja bumi ini
Dengan defisit air, dengan [...]

Read Full Post »

Sepanjang Rel Kereta

Suatu saat
Di atas kereta itu
Kita akan berbagi nasi dan lauk
Mengiring lampu gerbong padam tengah malam
Nanti akan kita lewati
Desa-desa gelap dan lampu temaram membelah malam
Dan saat itu
Kuingin menggenggam tanganmu
Untuk menjadi saksi atas
Langit yang bersekutu dengan matahari menjelma pagi
Dan membawa sekantong embun
Untuk disimpan anak-anak kita

Read Full Post »

Menulis Jejak

Suatu saat aku bermimpi
Pada gerimis itu
Aku bertamu ke hatimu
Kadang menulis cinta di situ
Kadang temani gulana yang sendiri
Menyerap sedihmu, dan berikan kebahagiaanku
 
Kini, waktu telah mengijinkan kita bersatu
Tak ada lagi tangan kita yang saling melambai menyambut perpisahan kala senja
Ruang lengang di rumahku
Telah terisi aku dan kamu
Karena telah kita kumpulkan kayu-kayu kering
Untuk temani perjalanan kita
Menjadi tua, bersamamu…
 
Satu dari [...]

Read Full Post »

Aransemen Hujan

Disudut ruang remang, mataku terpaku pada api lilin, di luar itu hujan sedang beraransemen, temani sakitku, temani pikiran yang hiruk pikuk, masih kuingat sel kulitku bergidik terperangkap hawa panas siang tadi, masih kuingat lembayung merah menghambur di ujung Barat itu, kini waktu beranjak malam, kelak malam beranjak larut, tak ada yang bisa temaniku… selain aransemen [...]

Read Full Post »

Older Posts »